Saturday, July 3, 2010

BESARNYA makna DOA YANG KITA LUPAKAN- semasa duduk antara dua sujud

From: shamsul Ariff [mailto:syamsul121@gmail.com]
Sent: 30 June 2010 15:30
To: imin_qtn
Subject: BESARNYA makna DOA YANG KITA LUPAKAN- semasa duduk antara dua sujud

---------- Forwarded message ----------
From: Siti Armiza Tukiran ( Kuala Lumpur ) <Siti.Armiza.Tukiran@worleyparsons.com>
Date: 2010/6/30
Subject: ::Rabbighfirli Warhamni::
To:

BESARNYA makna DOA YANG KITA LUPAKAN- semasa duduk antara dua sujud

Dalam tidak sedar.

Setiap hari kita memohon didalam solat kita..tetapi sayangnya, kita hanya memohon tanpa memahami.. sekadar tersebut dibibir, tetapi tidak tersentuh dari hati kita selama ini..

Marilah kita mula menghayati ketika kita duduk di antara dua sujud semasa solat..

Dengan rendah hati nyatakanlah permohonan ampun kepada Allah

Rabbighfirli (Tuhanku, ampuni aku)

Diamlah sejenak,

buka dada dan diri kita untuk menerima ampunan dari Allah seperti membuka diri ketika merasakan hembusan angin sepoi-sepoi atau menerima curahan air hujan ketika kita masih kecil

Tetaplah membuka diri kita untuk menerima ampunan Allah

Ulangi permintaan itu beberapa kali hingga kita merasakan ketenangan Kemudian sampaikanlah permintaan kedua,

Warhamni (sayangi aku)

Diam dan tundukkanlah diri kita untuk menerima kasih-sayang Allah yang tak terhitung besarnya

Bukalah dada kita seluas-luasnya agar semakin banyak kasih-sayang Allah yang kita terima

Ulanglah beberapa kali hingga kita merasa cukup Berturut-turut sampaikanlah permintaan2 berikut dengan cara sebagaimana tersebut di atas, satu persatu..

Wajburnii (tutuplah aib-aibku)

Warfa'nii (angkatlah darjatku)

Warzuqnii (berilah aku rezeki)

Wahdinii (berilah aku petunjuk)

Wa'Aafinii (sihatkan aku)

Wa'fuannii (maafkan aku)

Setelah selsai, diamlah sejenaklalu sampaikan rasa syukur kita

Betapa besarnya nilai sebuah doa ini..sebuah doa yang kita hanya lewatkan begitu sahaja..

Dalam tidak kita sedar selama ini kita seperti sedang berpura-pura memohon sesuatu

tetapi hati antara tidak dan mahu pantaslah Allah perlakukan kita begitu.


No comments:

Post a Comment